Kenapa Urbanindo memberikan saham kepada seluruh karyawan ?
Saya pribadi ingin seluruh pekerja yang bergabung di Urbanindo lebih care dengan Urbanindo.
Selama saya bekerja di HTGC, saya melihat startup di sana itu benar-benar care dengan tempatnya bekerja. Jika bosnya bilang “ini harus selesai besok”, mereka akan benar-benar menyelesaikan pekerjaannya biarpun harus kerja sampai jam 4 pagi. Padahal dikasih uang lembur pun tidak. Mereka merasa perusahaan itu milik mereka juga, jika perusahaan berhasil mereka juga mendapatkan keuntungannya, bukan hanya bosnya saja.
Di Indonesia saya lihat banyak orang yang menjadi kutu loncat, 6 bulan di satu tempat, lalu pindah ke tempat lain, nah untuk buat perusahaan yang bagus itu sulit sekali jika employeenya seperti itu. Employee yang sudah lama kerja kan lebih mudah untuk mengatasi masalah dan membuat product baru karena visi misinya sudah cocok dengan mereka.
Karena itu saya memberikan incentive untuk semua tim Urbanindo berupa saham. Dari customer support sampai ke VP level, semuanya mendapatkan saham UrbanIndo. Setiap 6 bulan kami kasih saham baru untuk semua karyawan UrbanIndo. Dengan adanya program saham di UrbanIndo, saya harapkan semua perkerja di UrbanIndo akan kerasan kerja di UrbanIndo dan terus membangun UrbanIndo untuk menaikan saham nya UrbanIndo bersama-sama.
Perlu diingat hampir semua orang di Sillicon Valley menjadi kaya bukan gara-gara gaji yang tinggi tapi gara2 program saham perusahan-perusahaan disana. Saya harapkan semua startup di Indonesia bisa menerapkan yang sama karena akan membantu perkembangan startup di Indonesia.
Cara kerja untuk memberikan saham untuk perkerja?
Untuk memudahkan penjelasan nya, saya akan membuat satu contoh. Misalnya Founder A dan Founder B mendirikan sebuah PT XYZ dan mengeluarkan 500 saham, masing2 mendapatkan 250 saham.
Saham untuk management itu biasanya di alokasikan untuk perkerja tetap perusahaan itu. Jadi misalnya Founder B keluar sesudah Seri A. Founder B tidak akan mendapatkan saham baru. Untuk contoh ini kita asumsikan Founder A mendapatkan 150 saham baru dan 100 saham lagi dibagikan ke 2 pekerja baru (Employee 1 dan 2).
Untuk tiap seri pendanaan tim management bisa meminta untuk refreshed pool yang di alokasikan ke management. Dalam contoh ini misalnya ada investor 2 yang mau masuk di Seri B dan meminta 40% saham dari PT XYZ. Managemen PT XYZ berhasil mendapatkan 10% alokasi untuk management.
Setelah penutupan Seri B, Employee 2 keluar dari PT XYZ dan tidak mendapatkan saham baru. Founder A yang tetap berkerja keras di PT XYZ mendapatkan 150 saham baru dan 100 saham lagi diberikan Employe 1 yang sama keras nya berkerja untuk PT XYZ.
(PS: contoh diatas tidak menghiraukan vesting period. Setiap pemberian saham biasanya mempunyai vesting period 3 sampai 5 tahun).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar